Bunga santun yang mengakar di dada kami, menyilaukan makna dari setiap bait puisi sembari mengingat Tuhan dalam sepi.
Waktu berbicara menyampaikan segala gelisah dari setiap sudut arah, kami pun berlari mengeja makna-makna, semerbak aroma bunga rampai kekasih Tuhan sampai pada setiap relung paling palung yang mengisyaratkan angin bahwa cinta tepat menyilaukan dada.
Suluk Basyariat
Penulis : Seni dan budaya
Ukuran : 14 x 21 cm
ISBN : 978-623-6341-01-8
Terbit : Mei 2021
Harga : Rp 78000
Sinopsis :
Bunga santun yang mengakar di dada kami, menyilaukan makna dari setiap bait puisi sembari mengingat Tuhan dalam sepi.
Waktu berbicara menyampaikan segala gelisah dari setiap sudut arah, kami pun berlari mengeja makna-makna, semerbak aroma bunga rampai kekasih Tuhan sampai pada setiap relung paling palung yang mengisyaratkan angin bahwa cinta tepat menyilaukan dada.
Di sudut kota, jendela berdebu kaki kami memanjangkan kata pada setiap rasa yang menjelma doa, sehabis angin berlalu kami biarkan harapan itu tumbuh kepada siapa takdir tuhan berlabuh.
Suluk Basyariat adalah sebuah puisi yang baik untuk diintuisi, meramu kegembiraan hidup nyang tumpah sebagai puisi layak untuk mengusir sepi sampai pada titik jiwa yang berbeda dapat saya abadikan pada ke dalam makna hidup yang tumbuh di setiap dada para penulis dalam buku ini, membawa saya ke dasar manusia palin berwarna. Semoga bermanfaat dan selamat membaca.
Salam Seni dan Budaya.
(Totok Suhartono)
Pembina Teater Kertas 2000-2016
Email : guepedia@gmail.com
WA di 081287602508
Happy shopping & reading
Enjoy your day, guys
Di sudut kota, jendela berdebu kaki kami memanjangkan kata pada setiap rasa yang menjelma doa, sehabis angin berlalu kami biarkan harapan itu tumbuh kepada siapa takdir tuhan berlabuh.
Suluk Basyariat adalah sebuah puisi yang baik untuk di intuisi, meramu kegembiraan hidup nyang tumpah sebagai puisi layak untuk mengusir sepi sampai pada titik jiwa yang berbeda dapat saya abadikan pada kedalam makna hidup yang tumbuh di setiap dada para penulis dalam buku ini, membawa saya ke dasar manusia palin berwarna. Semoga bermanfaat dan selamat membaca.
Salam Seni dan Budaya.
(Totok Suhartono)
Pembina Teater Kertas 2000-2016