KESATRIA JALADARA I: Putri Mahkota


Harga : Rp.100,300

Berat : 340 Gram

Penulis : Hanung Darana

Jumlah Pembelian




KESATRIA JALADARA I: Putri Mahkota

Penulis : Hanung Darana

Ukuran : 14 x 21 cm

No. QRCBN : 62-39-5317-0 

Terbit : Agustus 2021

Harga : Rp 118000

www.guepedia.com

 

Sinopsis :

 

Abad ke-7 Sasmaka, kawula alit yang tinggal di belahan barat Bumi Argadwipa tercekam kegelapan pekat yang senantiasa membawa bayang-bayang maut. Gerombolan Tengkorak Hitam merajalela dengan segala sepak terjangnya yang ganas nan keji. Dan Jaladara adalah salah satu kerajaan besar yang juga harus merasakan langsung keganasan gerombolan jahat itu. Putri Anggani Rara Pramudita, sang Putri Mahkota pewaris takhta yang masih berusia tujuh tahun, hilang di tengah kecamuk pertempuran, tatkala laskar Tengkorak Hitam menyerbu rombongan sang Putri Mahkota yang sedang dalam perjalanan. Bagaimanapun, keseimbangan adalah salah satu hukum Semesta yang tak bisa diganggu-gugat. Semesta pun pada gilirannya ‘melahirkan’ kesatria-kesatria pembawa cahaya guna memulihkan keseimbangan dunia yang telah diporak-porandakan oleh kegelapan Gerombolan Tengkorak Hitam itu. Di antaranya, tersebutlah nama-nama Dharmanggara, Anjani, Anindya, Wara Mahesi, dan Wraspati. Kesatria Jaladara: Putri Mahkota terutama berkisah tentang petualangan Dharmanggara, kesatria muda dari negeri Jaladara yang semakin terkenal dengan julukan Pendekar Wulung, di Dunia Persilatan yang penuh bahaya dan senantiasa hiruk-pikuk oleh pertarungan-pertarungan sengit mengandalkan ilmu silat dan ilmu-ilmu kesaktian tingkat tinggi. Juga tentang Anjani, sang Putri Mahkota Kerajaan Jaladara yang telah dewasa, yang tengah bersiap-siap turun gunung untuk mulai mengemban swadharma sebagai seorang kesatria. Kisah kolosal ini juga diramaikan oleh kecamuk perang dan pertempuran; disemarakkan oleh gemerlap kemewahan istana, berikut segala tata-aturan dan unggah-ungguhnya yang rumit; dibumbui oleh haru-biru cinta-asmara dan cinta segitiga dengan segala kelit-kelindannya; disegarkan oleh canda-tawa serta kehangatan persahabatan dan persaudaraan; diperindah dengan wejangan-wejangan kebatinan dari para tokoh mahasakti yang menghentak kesadaran. Dan kesemuanya itu dilatarbelakangi oleh pertentangan abadi antara dua kutub yang senantiasa saling berseberangan, namun juga sekaligus saling melengkapi, yaitu kutub putih dan kutub hitam. Kutub cahaya dan kutub kelam.

 

www.guepedia.com

Email     : guepedia@gmail.com

WA di 081287602508

Happy shopping & reading

Enjoy your day, guys