Tafsir Ruang Ibadah Haji, Sejarah dan Negara


Harga : Rp.93,000

Berat : 240 Gram

Penulis : Iwan Kurniawan

Jumlah Pembelian




JUDUL BUKU      : Tafsir Ruang Ibadah Haji, Sejarah dan Negara

PENULIS              : Iwan Kurniawan

NO. QRCBN         : 62-39-9246-433

PENERBIT            : Guepedia

HARGA                 : Rp 93000

TAHUN TERBIT   : Desember 2025

JENIS BUKU        : Buku Agama, Pembelajaran, Non Fiksi

KONDISI BUKU   : Buku Baru / Buku Original Asli, Langsung dari Penerbitnya

 

Sinopsis :

Buku ini tidak ditulis untuk menawarkan sistem baru, ideologi tandingan, atau model negara ideal. Ia ditulis untuk mengajak pembaca membaca ulang posisi dirinya sebagai individu, sebagai umat, dan sebagai warga negara di dalam keteraturan yang telah ada sebelum manusia hadir.

Berangkat dari rukun haji, buku ini memperlakukan ibadah bukan sebagai rangkaian ritual, melainkan sebagai pola ruang takdir. Ihram dibaca sebagai penanggalan identitas, thawaf sebagai pengakuan bahwa pusat tidak pernah dimiliki manusia, sa’i sebagai ketekunan bergerak tanpa jaminan hasil, wukuf sebagai keberanian berhenti tanpa klaim, dan jumrah sebagai penolakan sadar terhadap dorongan membangun pusat bagi diri sendiri. Dengan cara ini, haji tidak berhenti di Tanah Suci, melainkan berlanjut sebagai cara membaca hidup.

Dari pola ibadah, pembacaan kemudian meluas ke sejarah. Kejatuhan pusat-pusat peradaban terutama runtuhnya Baghdad tidak dipahami sebagai kegagalan agama, melainkan sebagai koreksi ruang ketika manusia keliru mengidentikkan kebenaran dengan kepemilikan pusat. Sejarah, dalam kerangka ini, bukan deretan peristiwa linear, tetapi rekam jejak manusia yang berulang kali berhenti berthawaf dan mulai mengklaim poros.

Pada bagian selanjutnya, buku ini membawa pola yang sama ke ranah negara, kekuasaan, dan ekonomi modern. Negara tidak dibaca sebagai puncak piramida atau pemilik arah, melainkan sebagai penjaga ambang dianalogikan dengan posisi Hajar Aswad yang bertugas menjaga orientasi, bukan menggantikan pusat. Hukum, konstitusi, dan tata kelola publik dibaca sebagai ruang wukuf kolektif: tempat berhenti, mengoreksi, dan memastikan bahwa gerak sosial tidak berubah menjadi dominasi.

Dengan pendekatan ini, pasar dibaca sebagai thawaf palsu, kerja sebagai sa’i yang kehilangan Marwah, dan negara modern sering kali menjelma sebagai anti-wukuf: terus bergerak tanpa keberanian berhenti dan membaca. Buku ini tidak mengutuk modernitas, tetapi menunjukkan mengapa kelelahan kolektif, ketimpangan, dan krisis orientasi muncul ketika pola haji tidak lagi terbaca dalam ruang dunia.

Tanpa menggurui dan tanpa retorika revolusioner, buku ini menegaskan satu hal yang sunyi namun radikal:

bahwa kehancuran tidak datang karena pusat runtuh, melainkan karena manusia lupa bahwa ia tidak pernah menjadi pusat.

Buku ini ditujukan bagi pembaca yang lelah pada jawaban cepat, curiga pada klaim kebenaran yang ingin menguasai, dan bersedia menerima kemungkinan bahwa tugas manusia bukan menciptakan tatanan baru melainkan membaca dengan jujur tatanan yang sudah ada, lalu menempatkan diri dengan benar di dalamnya

www.guepedia.com

Email     : guepedia@gmail.com

WA di 081287602508

Happy shopping & reading

Enjoy your day, guys