Pemikiran Siti Jenar: Membangun Jembatan antara Esoterisme dan Politik di Dunia Islam Nusantara


Harga : Rp.93,000

Berat : 240 Gram

Penulis : Sunshine

Jumlah Pembelian




JUDUL BUKU      : Pemikiran Siti Jenar: Membangun Jembatan antara Esoterisme dan Politik di Dunia Islam Nusantara

PENULIS              : Sunshine

NO. QRCBN         : 62-39-1985-325

PENERBIT            : Guepedia

HARGA                 : Rp 93000

TAHUN TERBIT   : September 2025

JENIS BUKU        : Buku Sejarah, Pembelajaran, Non Fiksi

KONDISI BUKU   : Buku Baru / Buku Original Asli, Langsung dari Penerbitnya

 

Sinopsis :

Buku Pemikiran Siti Jenar: Membangun Jembatan antara Esoterisme dan Politik di Dunia Islam Nusantara hadir sebagai sebuah kajian mendalam mengenai sosok Siti Jenar yang penuh kontroversi namun kaya makna bagi sejarah pemikiran Islam Jawa. Melalui penyusunan sepuluh bab utama, buku ini tidak sekadar memaparkan riwayat hidup seorang tokoh, melainkan juga menyajikan refleksi tentang pertemuan antara agama, budaya, dan politik dalam bingkai Nusantara.

Bab pertama mengantarkan pembaca pada pengenalan awal mengenai siapa Siti Jenar, latar sejarah kehidupannya, serta konteks sosial, politik, dan kultural pada zamannya. Penulis menjelaskan bagaimana sosok ini hadir dalam pusaran perubahan besar di Jawa, ketika Islam mulai mengakar dan berinteraksi dengan tradisi lokal. Pada bagian ini juga ditegaskan tujuan utama buku, yakni membuka ruang diskusi ilmiah dan reflektif atas ajaran-ajarannya serta warisan pemikirannya bagi perkembangan Islam Nusantara.

Bab kedua menempatkan Siti Jenar dalam lanskap sejarah Islam Jawa. Pembaca diajak menelusuri proses Islamisasi di Jawa yang berjalan melalui jalur perdagangan, dakwah, dan akulturasi budaya. Penulis menguraikan bagaimana interaksi antara Islam dan budaya Jawa tidak berlangsung linier, melainkan penuh dengan negosiasi, kompromi, bahkan konflik. Di sinilah Siti Jenar tampil sebagai figur yang tidak hanya hidup dalam dinamika tersebut, tetapi juga menawarkan perspektif yang berbeda dari arus utama ortodoksi.

Pada bab ketiga, penulis mengajak pembaca menyelami inti pemikiran Siti Jenar yang sangat kental dengan nuansa mistikisme dan filsafat keislaman. Ajaran-ajarannya mengenai Tuhan, manusia, dan alam semesta dijelaskan secara runtut, terutama pandangannya tentang kesatuan eksistensial atau wahdatul wujud. Dengan gaya yang memadukan kedalaman filosofis dan kesahajaan bahasa, bagian ini memperlihatkan bagaimana pemikiran Siti Jenar tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga berimplikasi pada pengalaman spiritual dan praktik keberagamaan masyarakat Jawa.

Bab keempat menyoroti lebih lanjut ajaran Siti Jenar terkait konsep kebenaran dan praktik keagamaan. Penulis menekankan pandangannya bahwa kebenaran sejati bukanlah semata-mata ritual lahiriah, melainkan pencarian yang lebih dalam menuju hakikat. Hal inilah yang menimbulkan ketegangan dengan kalangan ortodoks pada masanya, sebab Siti Jenar dianggap meruntuhkan otoritas keagamaan yang mapan. Bab ini menggambarkan benturan tersebut secara proporsional, memperlihatkan sisi kritis pemikirannya sekaligus kompleksitas respon yang ia terima.

Pada bab kelima, pembahasan diarahkan pada pengaruh ajaran Siti Jenar terhadap kebudayaan Jawa. Penulis menguraikan bagaimana gagasan-gagasannya meresap ke dalam seni, sastra, dan adat, terutama melalui simbolisme yang kaya makna. Warisan itu tidak berhenti pada masa hidupnya, melainkan terus hidup dalam tradisi masyarakat Jawa hingga berabad-abad kemudian. Dengan demikian, Siti Jenar dilihat bukan hanya sebagai tokoh agama, tetapi juga sebagai bagian dari konstruksi identitas kultural Jawa.

Bab keenam menempatkan Siti Jenar dalam horizon filsafat Islam yang lebih luas. Pemikirannya dibandingkan dengan tradisi tasawuf, filsafat perenial, serta pemikiran filsafat Barat dan Timur. Analisis ini memperlihatkan bahwa meski lahir dari konteks Jawa, gagasan Siti Jenar memiliki resonansi dengan pemikiran universal. Etika dan moralitas yang ditawarkannya pun dibahas dalam kerangka yang lebih luas, menunjukkan kontribusi signifikan terhadap khazanah intelektual Islam.

Pada bab ketujuh, penulis tidak menghindari sisi kontroversial dari tokoh ini. Berbagai penentangan yang dialamatkan kepada Siti Jenar, baik dari kalangan ulama maupun penguasa, dikaji dengan kritis. Pertentangan tersebut memperlihatkan perbedaan fundamental antara ajaran esoteris Siti Jenar dengan ortodoksi Islam yang berusaha mempertahankan legitimasi sosial dan politik. Bagian ini menyoroti bagaimana kontroversi itu membentuk citra Siti Jenar dalam sejarah, sekaligus mempertegas posisinya sebagai tokoh yang melampaui zamannya.

Bab kedelapan membawa pembaca ke era modern dengan menyoroti relevansi ajaran Siti Jenar dalam konteks kontemporer. Di tengah pluralitas masyarakat Indonesia, pemikiran Siti Jenar tentang kesatuan, toleransi, dan pencarian spiritualitas autentik terasa semakin relevan. Bagian ini menekankan bahwa warisannya bukan sekadar wacana masa lalu, melainkan sumber inspirasi dalam menghadapi tantangan keberagamaan di dunia modern.

Bab kesembilan menghubungkan ajaran Siti Jenar dengan dinamika politik dan sosial di Jawa. Penulis menunjukkan bahwa gagasannya tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial-politik. Pemikiran tentang kebebasan spiritual, kritik terhadap otoritas, dan dorongan bagi kesetaraan dipaparkan dalam kaitannya dengan potensi revolusi sosial pada zamannya. Dengan demikian, Siti Jenar dibaca sebagai tokoh yang melampaui sekat antara agama dan politik.

Akhirnya, bab kesepuluh menutup pembahasan dengan merefleksikan warisan intelektual dan spiritual Siti Jenar. Penulis menyimpulkan kontribusinya terhadap tradisi pemikiran Islam Jawa sekaligus menggarisbawahi relevansinya bagi masa depan kebudayaan dan keagamaan Indonesia. Bagian penutup ini juga mengajak pembaca merenungkan bagaimana ajaran Siti Jenar dapat menjadi inspirasi bagi pembaruan pemikiran Islam yang lebih terbuka, humanis, dan kontekstual.

Secara keseluruhan, sinopsis ini memperlihatkan bahwa buku Pemikiran Siti Jenar bukan hanya biografi seorang tokoh kontroversial, melainkan refleksi mendalam tentang dialog antara agama, budaya, dan politik. Buku ini hadir sebagai jembatan yang mempertemukan sejarah dan kontemporer, lokal dan universal, sekaligus menawarkan perspektif baru untuk memahami kekayaan Islam Nusantara. 

www.guepedia.com

Email     : guepedia@gmail.com

WA di 081287602508

Happy shopping & reading

Enjoy your day, guys