Buku ini mengajak pembaca untuk menyusuri lorong-lorong waktu yang penuh liku dalam sejarah Minangkabau dan Kerajaan Pagaruyung, sebuah peradaban dari jantung Sumatra yang tak hanya menjadi episentrum adat dan budaya, tetapi juga pusat kekuasaan yang membentuk wajah politik dan spiritual kawasan sekitarnya. Di dalamnya, pembaca akan menemukan tafsir ulang terhadap legenda-legenda kuno, asal-usul nama Minangkabau, serta jejak transformasi keagamaan dari Hindu ke Islam yang berpuncak pada gejolak Perang Padri.
Tidak hanya berhenti pada batas wilayah Minangkabau, buku ini juga mengungkap jalinan sejarah Pagaruyung dengan negeri-negeri lain di Sumatra seperti Aceh, Jambi, Mandailing, Kerinci, hingga Lampung dan Bengkulu. Dalam narasi yang memadukan sejarah, antropologi, dan sastra lisan, penulis menelusuri pengaruh politik, budaya, dan simbolik Pagaruyung dalam pembentukan identitas masyarakat Sumatra bagian barat dan sekitarnya. Sebuah karya yang bukan hanya menyajikan fakta sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali makna pusaka, kekuasaan, dan warisan spiritual Pagaruyung yang tersebar dalam berbagai bentuk simbol dan cerita rakyat.
Buku ini wajib dibaca oleh siapa saja yang ingin memahami Minangkabau bukan hanya sebagai sebuah etnis, melainkan sebagai peradaban yang memainkan peran penting dalam sejarah Asia Tenggara.