Di dunia sales, mengejar target sering dianggap sebagai bentuk kepemimpinan.
Semakin keras ditekan, semakin dianggap serius.
Semakin sering dikejar, semakin dianggap peduli.
Namun kenyataannya, banyak tim sales yang bukan kehabisan kemampuan—
melainkan kehabisan mental.
Buku Leadership Itu Bukan Mengejar mengajak kita berhenti sejenak dan bertanya:
apakah benar hasil terbaik lahir dari tekanan tanpa henti?
Atau justru dari manusia yang dibesarkan dengan cara yang benar?
Melalui refleksi lapangan, pengalaman nyata, dan sudut pandang yang jujur, buku ini membongkar pola kepemimpinan sales yang reaktif—yang sibuk mengejar angka, tapi lupa membangun fondasi manusia di baliknya.
Di sini, leadership tidak diposisikan sebagai alat kontrol, melainkan sebagai proses menumbuhkan: mental, cara berpikir, skill, dan kepercayaan diri tim sales secara berkelanjutan.
Buku ini bukan tentang menurunkan target.
Bukan juga tentang melunakkan standar.
Ini adalah tentang mengubah cara memimpin, agar hasil tidak hanya tercapai, tetapi bisa bertahan.
Ditujukan bagi leader sales, manajer, owner, dan siapa pun yang ingin membangun tim yang:
Karena pada akhirnya, yang terus dikejar akan lelah,
tetapi yang dibesarkan akan bertumbuh—
dan dari pertumbuhan itulah hasil terbaik muncul dengan sendirinya.
Leadership itu bukan mengejar.
Leadership adalah membesarkan.